Friday, December 30, 2011

0

Kisah Tragis Dibalik Lagu "Hymne Guru"

Siapa yang tak kenal lagu ini lirik hymne guru berjudul “Pahlawan Tanpa Tanda Jasa“? Masih terngiang betapa di era 1980-an, lagu ini sangat sering dinyanyikan di sekolah-sekolah. Sebab setiap upacara bendera pada hari Senin, lagu ini selalu dinyanyikan.


Istilah “pahlawan tanpa tanda jasa” bahkan kemudian menjadi ikon yang disematkan kepada para guru. Siapa sangka bila “sang pahlawan” yang tanpa tanda jasa itu sejatinya dialami si pencipta lagu tersebut. Ya, Sartono, pencipta lagu yang juga guru itu di masa senjanya hidup dalam kesederhanaan. Laki- laki asal Madiun yang genap berusia 72 tahun, 29 Mei ini, tinggal rumah sederhana di Jalan Halmahera 98, Madiun. Sejak ia mengajar musik di SMP Purna Karya Bhakti Madiun pada 1978, hingga “pensiun” pada 2002 lalu, Sartono tetap menyandang guru honorer. Ia tak punya gaji pensiunan, karena statusnya bukan guru Pegawai Negeri Sipil (PNS). Kawan-kawan sesama guru sempat membantu mengajukan dia menjadi PNS. “Katanya sih sering diajukan nama saya, tetapi sampai saya pensiun dari tugas sebagai guru, PNS untuk saya kok tidak datang juga,” kata Sartono.

Sartono memang minder dengan latar belakang pendidikannya yang tak tamat SMA. Ia mengajar di SMP Purna Karya Bhakti, yang belakangan lebih dikenal sebagai SMP Kristen Santo Bernadus, berbekal bakatnya di bidang musik. Sartono yang beragama Islam itu melamar di Santo Bernadus berbekal sertifikat pengalaman kerja di Lokananta, perusahan pembuat piringan hitam di Solo, Jawa Tengah. 

Hidup serba dalam kesempitan, tak membuat Sartono meratapi nasib. Ia merasa terhibur, dengan kebersamaan dengan Damiyati, BA, 59 tahun, isterinya yang guru PNS. Damiyati dinikahi Sartono pada 1971. Dari pernikahan mereka belum jua dikaruniai anak. Sehingga mereka mengasuh dua orang keponakan. Damiyati yang juga guru, juga seniman biasa manggung bersama Ketoprak Siswo Budoyo Tulungagung, di masa mudanya.

Kehidupan sehari-harinya kini hanya dari pensiun istrinya yang tak lebih dari dari Rp 1 juta. Sartono sendiri kala masih aktif mengajar, gajinya pada akhir pengabdiannya sebagai guru seni musik cuma Rp 60.000 per bulan. “Gaji saya sangat rendah, bahkan mungkin paling rendah diantara guru-guru lainnya,” katanya mengenang masa lalunya

Kala masih kuat, Sartono menambal periuk dapurnya dengan mengajar musik. Sepekan sekali, Sartono yang pandai bermain piano, gitar, dan saksofon, ini rutin mengajar kulintang di Perhutani Nganjuk, sekira 60 kilometer dari rumahnya di Madiun.

Jalan menjadi guru berawal dari kegemarannya bermain musik. Putra sulung dari lima bersaudara ini sebenarnya lahir dari keluarga cukup berada. Maklum, ayahnya R. Soepadi adalah Camat Lorog, Pacitan. Sartono kecil memang suka bermain musik secara otodidak. Namun, hidup nyaman tak bisa dirasakan berlama-lama. Ketika ia berusia 7 tahun, Jepang menduduki Indonesia. Ayahnya pun tak lagi menjabat camat.

Sartono, bersama empat adiknya, Sartini, Sartinah, Sarwono dan Sarsanti, tak bisa mengenyam pendidikan tinggi. Ia sendiri putus sekolah kala kelas dua di SMA Negeri 3 Surabaya. Ia kemudian bekerja di Lokananta, perusahaan rekaman dan produsen piringan hitam. “Saya Lupa tahun berapa itu, tapi saya hanya bekerja selama dua tahun saja,” kata Sartono, yang mengaku sudah susah mengingat tahun.

Selepas kerja di Lokananta, Sartono bergabung dengan grup musik keroncong milik TNI AU di Madiun. Ia bersama kelompok musik tentara itu pernah penghibur tentara di Irian. “Di sana selama tiga bulan,” jelasnya. 


Ihwal penciptaan lagu himne guru itu boleh dibilang tak sengaja. Ketika itu, tahun 1980, Sartono tengah naik bis menuju Perhutani Nganjuk, untuk mengajar kulintang. Di perjalanan, secara tidak sengaja ia membaca di secarik koran, mengenai sayembara penciptaan lagu himne guru yang diselenggarakan Depdiknas. Hadiahnya besar untuk saat itu, Rp 750.000. Waktu yang tersisa dua pekan, untuk merampungkan lagu.

Sartono yang tak bisa membaca not balok ini, mulai tenggelam dalam kerja keras mengarang lagu saban harinya. “Saya mencermati betul seperti apa sebenarnya guru itu,” jelas Sartono sambil memulai membuat lagu itu.

Waktu sudah mepet, lagu belum juga jadi. Sartono pusing bukan kepalang. Syairnya masih amburadul. Pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri, Sartono tidak keluar rumah. Ia bahkan tak turut beranjang sana mengantar istri dan dua keponakannya silaturrahmi ke orangtua dan sanak famili. “Saat itu kesempatan bagi saya untuk membuat lagu dan syair secara serius,” katanya. “Waktu itu saya merasa begitu lancar membuat lagu dan menulis syairnya.”

Awalnya, lirik yang ia ciptakan kepanjangan. Padahal, durasi lagu tak lebih dari empat menit. Sartono pun berkali- kali mengkajinya untuk mengetahui mana yang harus dibuang. “Karena panjang sekali, maka saya harus membuang beberapa syairnya,” jelas Sartono. Hingga muncullah istilah “pahlawan tanpa tanda jasa.”

“Guru itu juga pahlawan. Tetapi selepas mereka berbakti tak satu pun ada tanda jasa menempel pada mereka, seperti yang ada pada polisi atau tentara,” katanya.

Persoalan tak begitu saja beres. Lagu ada, Sartono kebingungan mengirimnya ke panitia lomba di Jakarta. Sebab ia tidak punya uang untuk biaya pengiriman via pos. “Akhirnya saya menjual jas untuk biaya pos,” katanya. Sartono menang. “Hadiahnya berupa cek. Sesampainya di Madiun saya tukarkan dengan sepeda motor di salah satu dealer,” kata Sartono.

Lagunya melambung, Sartono tidak. Sang pencipta tetap saja menggeluti dunia mengajar sebagai guru honorer hingga “pensiun.” Kalaulah ada penghargaan selain hadiah mencipta lagu, “cuma” beberapa lembar piagam ucapan terimakasih. Nampak piagam berpigura dari Gubernur Jawa Timur Imam Utomo yang diberikan pada 2005. Pak Gubernur juga memberikan bantuan Rp 600.000, plus sebuah keyboard.

Piagam lainnya diberikan Menteri Pendidikan Nasional Yahya Muhaimin pada 2000. Kemudian piagam dari Menteri Pendidikan Nasional Bambang Soedibyo pada 2005, plus bantuan uang. “Isinya enam ratus ribu rupiah,” kata Sartono.

Tahun 2006 lalu, giliran Walikota Madiun yang dalam sepanjang sejarah baru kali ini memberikan perhatian kepadanya. “Pak Walikota menghadiahi saya sepeda motor Garuda,” kata Sartono seraya menunjuk sepeda motor pemberian Walikota Madiun.

Meski minim perhatian, Sartono tetaplah bangga, lagunya menjadi himne para guru. Pekerjaan yang dilakoninya selama 24 tahun. Pengabdian yang tak pendek bagi seorang pahlawan tanpa tanda jasa.
 



Thursday, December 29, 2011

0

Amanda seyfried on - stage - magazinecovers - street style.










Fashion models | Fashion celebrities

Wednesday, December 28, 2011

0

Maxi skirts fashion – Will Maxi skirts strikes in 2012?

Fashion produces attractive things which always become ugly with time. And after a while the same thing will be attracted”. Maxi skirts are of that kind. They are very popular in end of 80’s and faded lately. But now it’s coming live again.



Maxi skirts are trendy even today, because of the head-to-toe elegance they can provide. These are the perfect choice for Fall/Autumn. And recently many celebrities were spotted in maxi skirts.

They are really comfortable to wear around. When anyone decides to wear these skirts, the question is whether to use boot or sandal. It depends on how the skirt looks like. If it's got a lot of volume, you can wear it with boots since its almost autumn, or with something kind of chunky. And if you have wide hip, So that wear a long skirt with a lot of volume, then you need to wear more substantial shoes. Otherwise, your lower half just looks ridiculous. But if somebody doesn't have those problems, other options may work better for them.






And height might not be the fact for not to wearing maxi skirts, I have hearted it from few,

“I’m really starting to like maxi skirts, but I’m afraid they will make me look too shorter.”  It is not hard to pull off. Just adjust it with high boot. And you will feel better with these skirts. And please don’t cut at its bottom since it takes off the skirts complete elegance.

And let’s see whether maxi skirts make a good comeback in 2012. Thank you.

Tuesday, December 27, 2011

0

Globalization of fashion – just think about it.


   Now a day’s almost everyone cares a lot about their appearances and dressing. But in depth, today’s fashion is definitely becoming homogeneous (simply westernizing). This may be partially due to the impact of media ... TV, movies, and the internet. And also because of western societies colonizing a lot of far places and spreading all over the world. And people blindly love their way of dressing and fashion trends, with thinking about their climatic conditions, money value, regional tradition etc...

   Fashion is evolving, but not in varieties of trends... just the opposite. It's becoming one big planet, with everyone dressing pretty much unique. Perhaps it takes time till the trends arrive here, but I observed that the clothes sold in stores were very similar to the one I saw in the other continents... and on the streets, the same. It was even alarming; you know the whole globalization phenomenon is out there; think of how the world's becoming trendy uniform.

  Rebecca Taylor a fashion designer - “We used to design for each market, but now what's popular in the US is popular in Asia.”

  The globalization of fashion diminishes individual style and dressing trend. Anyone can just wear the latest trends, it takes nearly no style or imagination to do that... I think that, if it continues in such way, where everyone is dressing so much alike all over the world, there will be a big influx of very unique personal style and after two centuries, people can’t figure out their region’s trend, dressing style; just everything will be unique (western).

  Please try to be unique of your own style and create your own trend which adapts your climate, some what your regions traditions etc...

0

PES 2012 Liga Primer Indonesia ( Update )



 Features:
  • Standalone patch, tidak merusak update lain dari PESedit
  • Memliki sendiri PES2012.exe, Kitserver folder & Save folder
  • Menambahkan Indonesia, Malaysia & India National Team (Replace New Zealand, Jordania & Syria)
  • Pemain asal Indonesia, Malaysia & India dapat dimainkan di Become a Legend
  • Lagu kebangsaan Indonesia
  • Update timnas squad (selection squad)
  • Update timnas wajah 98%
  • Update team ISL & IPL
  • Update launcher
  • Intro baru (bumper)
  • Indonesian sponsors dalam Master League
  • Membenarkan Nama League & Team
  • Membenarkan team kits
  • Menghapus Pemain di Timnas
  • Menambahkan Indonesia Premier League teams di PES League
DOWNLOAD



Kata Kunci :
Download PES 2012 Liga Primer Indonesia ( Update ), Update PES 2012 Liga Primer Indonesia, Download Update PES 2012 Terbaru, Download Update PES 2012 Liga Primer Indonesia Terbaru, PES 2012 Liga Primer Indonesia ( Update ), Download  Update PES 2012 Liga Primer Indonesia, Update PES 2012 Terbaru, Download  Update PES 2012 Liga Primer Indonesia Terbaru,PES 2012 Liga Primer Indonesia ( Update ), Download Update PES 2012 Liga Primer Indonesia, Download  Update PES 2012 Terbaru, Download Update PES 2012 Liga Primer Indonesia Terbaru

0

Foto Penghancuran Ribuan Mobil Honda

Honda Rojana Industrial Park, Ayutthaya,  Thailand, menghancurkan lebih dari 1.000 mobil baru yang rusak akibat terendam banjir yang melanda Thailand beberapa waktu lalu. Penghancuran ini memakan waktu 1 bulan

 





0

Kendaraan Amphibi Unik Untuk Wisata



Mungkin banyak diantara kita mengetahui banyak jenis hewan amphibi yaitu yang memiliki kemampuan hidup di dua alam diantaranya katak, kura-kura, kepiting dan masih banyak yang lainnya. Nah bagaimana kalau kendaraan transportasi yang biasanya khusus untuk di darat bisa berfungsi di perairan, kita namakan saja dengan kendaraan amphibi. Diantara kendaraan ini ada yang memiliki fasilitas super mewah sebagaimana mobil limousine.

Sepertinya kendaraan macam ini sangat cocok untuk di wilayah Indonesia yang banyak memiliki pulau-pulau serta sungai dan danau danau besar, baik sebagai sarana transportasi yang tidak perlu ganti moda transportasi maupun sarana penunjang wisata, tentunya sangat menarik. Kendaraan ini dikembangkan oleh sebuah perusahaan yang mengkhususkan dalam spesialisasi pada kendaraan amphibi yaitu Terrawind. Kita simak saja bagaimana kendaraan ini





sumber